Memasak dengan panci presto akan sangat membantu menghemat waktu dan memastikan daging (terutama jika menggunakan ayam kampung atau menthok) menjadi sangat empuk dalam waktu singkat!
Waktu Persiapan: 20 menit Waktu Memasak (dengan Presto): 20-30 menit (setelah panci berdesis) Porsi: 4-6 orang
Bahan-bahan:
- 1 ekor (sekitar 800 gr – 1 kg) ayam kampung atau menthok/entok, potong-potong sesuai selera (sekitar 8-10 bagian). Penggunaan presto sangat direkomendasikan untuk daging unggas yang lebih liat seperti ayam kampung atau menthok.
- 1.5 – 2 liter air (sesuaikan agar daging terendam dan tidak melebihi batas maksimal presto)
- 10-15 buah belimbing wuluh, iris serong tebal
- 5-7 buah cabai rawit merah utuh (sesuaikan selera pedas)
- 2-3 buah cabai merah besar, iris serong
- 2-3 buah cabai hijau besar, iris serong
- 2 batang serai, memarkan
- 3 lembar daun salam
- 5 lembar daun jeruk
- 2 cm lengkuas, memarkan
- 1 buah tomat merah, potong-potong
- 2-3 lembar daun bawang, iris serong
- Minyak goreng secukupnya untuk menumis
- Garam secukupnya
- Gula pasir secukupnya (opsional, untuk menyeimbangkan rasa)
Bumbu Halus:
- 6 siung bawang merah
- 4 siung bawang putih
- 3 butir kemiri, sangrai
- 1 cm jahe
- 1 cm kunyit, bakar sebentar (opsional, untuk warna)
- 1/2 sendok teh merica butiran
Cara Membuat:
- Tumis Bumbu:
- Panaskan sedikit minyak goreng dalam wajan atau panci biasa. Tumis bumbu halus hingga harum dan matang.
- Masukkan serai, daun salam, daun jeruk, dan lengkuas. Aduk hingga layu dan harum.
- Matikan api dan sisihkan tumisan bumbu ini.
- Masak dalam Presto:
- Masukkan potongan ayam/menthok ke dalam panci presto.
- Masukkan tumisan bumbu yang sudah harum ke dalam panci presto. Aduk rata.
- Tuang air hingga daging terendam dan tidak melebihi batas maksimal panci presto.
- Bumbui dengan garam dan sedikit gula pasir jika perlu.
- Tutup panci presto dengan rapat. Masak di atas api sedang hingga panci berdesis.
- Setelah berdesis, kecilkan api dan masak selama 15-25 menit (untuk ayam kampung) atau 25-40 menit (untuk menthok/entok) tergantung tingkat keempukan yang diinginkan.
- Matikan api, biarkan uap panas dalam panci presto keluar seluruhnya hingga katup pengaman turun sempurna sebelum membuka tutupnya. Ini sangat penting untuk keamanan!
- Finishing (Setelah Presto):
- Setelah uap habis dan panci presto bisa dibuka, buka tutupnya.
- Nyalakan kembali api, masak sebentar. Masukkan irisan belimbing wuluh, cabai rawit utuh, cabai merah dan hijau iris, serta potongan tomat. Aduk perlahan.
- Masak sebentar saja (sekitar 3-5 menit) hingga belimbing wuluh sedikit layu dan cabai matang, namun tetap segar. Jangan terlalu lama agar belimbing wuluh tidak hancur.
- Koreksi rasa sekali lagi jika diperlukan.
- Terakhir, masukkan irisan daun bawang. Aduk sebentar, matikan api.
- Sajikan:
- Garang Asem Khas Ponorogo presto siap disajikan hangat dengan nasi putih. Dagingnya pasti empuk sempurna dan bumbu meresap.
Tips Tambahan untuk Presto:
- Penting: Selalu perhatikan petunjuk penggunaan panci presto Anda mengenai batas maksimal air dan waktu memasak untuk berbagai jenis daging.
- Keamanan: Pastikan karet seal panci presto dalam kondisi baik dan bersih sebelum digunakan. Jangan pernah mencoba membuka tutup presto sebelum uap panas benar-benar habis.
- Jika ingin sedikit lebih kaya rasa, Anda bisa menambahkan santan instan di langkah finishing setelah presto (sekitar 65 ml santan instan yang diencerkan dengan sedikit air kaldu), namun ini akan sedikit mengubah ciri khas kuah bening Garang Asem Ponorogo.
Selamat mencoba resep Garang Asem Khas Ponorogo!
